Jumat, 24 Juni 2011

Pentingnya Wujudkan 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

masyarakat masih perlu didekatkan lagi pemahamannya terhadap UUD, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika agar kedepannya tercipta masyarakat yang harmonis di negara kita.

Euforia pergerakan zaman semakin menghantarkan kita terjun dalam dunia global. Pengaruh dunia internasional kini semakin mudah merasuk kedalam sukma-sukma generasi bangsa. Berbagai paham terselip dalam berbagai pengaruh akibat globalisasi. Jika kita diam, mau dibawa kemana masa depan bangsa ini??


4 Pilar Kehidupan Berbangsa Bernegara yang terdiri dari Pancasila, Undang Undang Dasar, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika merupakan empat unsure fundamental berdirinya bangsa dan Negara. Unsur-unsur fundamental itulah yang layaknya kita jaga dan pegang teguh. Memahami saja tak cukup, sebab pengamalan dari keempatnya adalah yang terpenting. Dewasa ini berbagai kenyataan menyakitkan menampar bangsa kita tercinta. Diantara sebab yang ada salah satunya adalah ketidak pedulian lagi masyarakat Indonesia terhadap ideologi, dasar hukum, bentuk Negara serta semboyan yang telah menjadi dasar sejak awal kemerdekaan enam puluh tahun lebih yang lalu. Lalu kemana perginya 4 pilar tersebut? Gaungnya kini semakin lirih, generasi muda bahkan tak sedikit yang tak mengenalnya. 


Banyak peristiwa di negeri ini yang memprihatinkan misalnya toleransi antarumat beragama yang akhir-akhir ini kurang diimplementasikan. Masih segar dalam ingatan kita mengenai peristiwa rusuh yang melibatkan dua umat beragama di Temanggung beberapa bulan yang lalu. Rasa kebhinekaan yang telah menipis merupakan salah satu faktornya. Rasa kesatuan itu mulai menghilang seiring perkembangan zaman. Kemudian pada akhirnya toleransi berbangsa dan bernegara benar-benar hilang pergi entah kemana. Padahal sesuai sila dalam pancasila yang berbunyi Persatuan Indonesia seharusnya kita sebagai rakyat Indonesia harus menjunjungnya tinggi-tinggi rasa persatuan tersebut. Indonesia merupakan Negara kesatuan yang terbentuk dari banyak suku, pulau dan berbagai adat dengan khasnya masing-masing. Mereka semua berbeda namun inilah cirri Indonesia dan karena itulah Negara kita berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh alasan banyaknya perbedaan di Indonesialah seharusnya kita memang memegang teguh sila ‘Persatuan Indonesia’ sama halnya yang termuat dalam semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’ dua frase tersebut saling berkaitan. Persatuan Indonesia penting guna menyatukan keberanekaragaman adat yang terkandung dalam wilayah Indonesia yang selanjutnya mengacu pada Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda namun tetap satu juga. Perbedaan di Indonesia selayaknya tidak menjadi jurang pemisah antar suku yang ada, akan tetapi perbedaan itu adalah seolah warna yang indah. Seperti Pelangi, bangsa pun demikian, jika hanya satu warna pasti tak seindah saat tujuh warna. Warna-warna tersebut adalah suku-suku bangsa yang ada. Keberadaan mereka seperti simponi indah perpaduan bebunyian alat music dalam orkes-orkes kesenian.


Selanjutnya tak pantas rasanya bila berbagai fenomena perkelahian, tawuran dan persengketaan lainnya yang terjadi antarsuku kembali terjadi di Indonesia. Sebagai rakyat kita harus bersama-sama bersinergi dalam memperkuat persatuan bangsa. Bila sikap acuh serta primordialisme masih ada dalam setiap pribadi rakyatnya maka perpecahan yang menjadi ancamannya. Perpecahan suatu bangsa itu terjadi lebih mudah daripada membentuk persatuan itu sendiri. Maka dari itu 4 pilar kehidupan berbangsa bernegara adalah kuncinya. Kemana perginya selama ini?? Jangan sampai empat unsure fundamental tersebut lenyap lagi. Jangan biarkan bangsa kita mati suri bahkan dari ideologinya sendiri. 4 Pilar  tersebut adalah kunci penetral seluruh masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Bukan saja fenomena mengenai perselisihan antarumat, antarsuku yang ada selama ini, tapi masih banyak lagi peristiwa yang terjadi dan mengancam keberlangsungan suatu bangsa karena tidak berpegang teguhnya seluruh warga Negara terhadap ideology, dasar hukum, bentuk Negara dan semboyannya. Realita di sekitar kita adalah bukti konkretnya. Misalnya mengenai banyaknya anak putus sekolah akhir-akhir ini. Hal tersebut merupakan pencerminan yang jelas mengenai batang tubuh undang undang dasar Negara Republik Indonesia pasal 31 ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan,”. Isi pasal tersebut tampak begitu kontras dengan kenyataan yang berkembang dilingkungan kita. Begitu banyak generasi muda yang putus sekolah dan akhirnya berkrja dalam berbagai sector yang mayoritas tak layak karena penghasilan yang mereka dapat dari sector tersebut bahkan tak mencukupi skala terendah dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.


Dua kasus yang dikupas diatas merupakan secuil dari banyak kasus yang terjadi sebagai akibat dari tidak dilaksanakannya secara sungguh-sungguh 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Dua kasus saja sudah memberi dampak yang masiv bagi bangsa dan Negara, sedang bagaimana jika lebih banyak lagi?? Kondisi bangsa dan Negara kita saat ini berada pada level yang membahayakan. Karena  apabila 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut tetap dibiarkan pergi maka tak usah heran bila beberapa tahun lagi Negara ini turut serta runtuh dan hilang. Indonesia merupakan kerajaan besar dengan beragam kekayaan yang terkandung di dalamnya. Di luar sana masih banyak Negara yang menginginkan Indonesia, mereka berlomba menghancurkan persatuan kita agar bisa menguasai secara leluasa dan hanya dengan tameng memegang teguh 4 pilar itulah harapan satu-satunya. Sebab implementasi dari keempatnya sangat cocok diterapkan di Indonesia. Mulai dari Pancasila yang sudah pas untuk menjadi ideology bangsa kita. Undang Undang Dasar yang sangat lengkap sebagai dasar hukum pengatur kehidupan berbangsa bernegara. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah wadah yang sesuai untuk Negara kita yang terdiri dari beraneka suku dengan adat, kebudayaan dan pulau yang tersebar dari Sabang-Merauke. Dan yang terakhir Bhineka Tunggal Ika yang merupakan semboyan paling tepat guna semakin meyakinkan seluruh warga Indonesia bahwasanya perbedaan itu adalah suatu keindahan apabila bisa berdiri berdampingan dan saling toleransi menghormati. Sehingga sebagai warga Negara yang baik kita harus bersama-sama bersinergi dalam mewujudkan pengimplementasian 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari, jangan sampai waktu mati suri tersebut datang lagi dan memporak-porandakan Negara ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar